Pada pertemuan terakhir di kelas fotografi SMP DH 001, Mr. Philip menjelaskan sesuatu yang menurut saya penting. Beliau menjelaskan tentang Exposure.

Exposure adalah kombinasi antara ISO/ASA, Shutter Speed, dan Aperture, dimana ketiga hal ini saling berhubungan. Mr. Philip mengumpamakannya dengan ember yang sedang diisi. Sebenarnya apa hubungannya antara ember yang sedang diisi dengan exposure?? ISO diumpamakan sebagai ember, Aperture sebagai bukaan keran, dan Shutter Speed sebagai waktu air keluar. Jika ember kecil (ISO diatas 1600), dan diisi dengan bukaan keran yang besar (aperture dibawah 3.5), dan dengan waktu pengisian yang lama (shutter speed lambat), tentu ember tersebut akan luber yang artinya gambar menjadi kacau. Begitu juga sebaliknya. Jika ember besar (ISO dibawah 100), dan diisi dengan bukaan keran yang kecil (aperture diatas 22), dan dengan waktu pengisian yang cepat (shutter speed cepat), maka ember belum terisi penuh atau akibatnya gambar menjadi gelap. Oleh karena itu, sebagai seorang fotografer, anda harus bisa memperkirakan ISO, aperture, dan shutter speed yang tepat sebelum mengambil gambar. Gunakan ISO rendah saat berada di tempat terang, dan ISO tinggi di tempat agak gelap. Selalu gunakan Sunny 16 Rule untuk pemotretan di outdoor, karena itu sangat berguna.

Pada hari itu, Mr. Philip juga menjelaskan sebuah sejarah. Mengapa aperture dilambangkan dengan .f?? F adalah kepanjangan dari fenestre, fraction, dan focus. Pada mulanya, aperture dikenal dengan nama US 1, US 2, US 3, dan seterusnya. Namun oleh seorang yang bernama Ansel Adam, aperture diganti menjadi huruf f yang menurutnya f adalah sebuah huruf seni, seperti fotografi yang adalah seni. Oleh karena itu, sampai sekarang orang menyebut aperture dengan f/…

Mudah-mudahan posting ini berguna bagi anda, karena Exposure adalah hal yang penting dalam fotografi. Terima Kasih…

RNC