Archive for May, 2010

Canon EOS 550D

Less than a year after the launch of the EOS Rebel T1i (500D) comes the latest in Canon’s hugely popular consumer SLR range, the Rebel T2i (EOS 550D). With the 450D and 500D Canon appeared to be pulling away slightly from the real ‘entry level’ (a sector driven almost entirely by price), and the EOS 550D – on paper at least – is no exception, outgunning many of the ‘upper entry level’ and mid range SLRs on the market today in terms of spec. To ensure it doesn’t lose out at the price-sensitive DSLR entry point Canon is once again introducing its new flagship Rebel as a ‘sister’ product to the camera it ostensibly replaces. The EOS 500D (Rebel T1i) will be staying in the range for the rest of 2010 (at, one presumes, a more attractive price point). We would assume that the new model finally spells the end of the line for the current ‘bargain’ Canon, the venerable Rebel XSi (EOS 450D).

More >

Exposure copy

Exposure

Pada pertemuan terakhir di kelas fotografi SMP DH 001, Mr. Philip menjelaskan sesuatu yang menurut saya penting. Beliau menjelaskan tentang Exposure.

Exposure adalah kombinasi antara ISO/ASA, Shutter Speed, dan Aperture, dimana ketiga hal ini saling berhubungan. Mr. Philip mengumpamakannya dengan ember yang sedang diisi. Sebenarnya apa hubungannya antara ember yang sedang diisi dengan exposure?? ISO diumpamakan sebagai ember, Aperture sebagai bukaan keran, dan Shutter Speed sebagai waktu air keluar. Jika ember kecil (ISO diatas 1600), dan diisi dengan bukaan keran yang besar (aperture dibawah 3.5), dan dengan waktu pengisian yang lama (shutter speed lambat), tentu ember tersebut akan luber yang artinya gambar menjadi kacau. Begitu juga sebaliknya. Jika ember besar (ISO dibawah 100), dan diisi dengan bukaan keran yang kecil (aperture diatas 22), dan dengan waktu pengisian yang cepat (shutter speed cepat), maka ember belum terisi penuh atau akibatnya gambar menjadi gelap. Oleh karena itu, sebagai seorang fotografer, anda harus bisa memperkirakan ISO, aperture, dan shutter speed yang tepat sebelum mengambil gambar. Gunakan ISO rendah saat berada di tempat terang, dan ISO tinggi di tempat agak gelap. Selalu gunakan Sunny 16 Rule untuk pemotretan di outdoor, karena itu sangat berguna.

Pada hari itu, Mr. Philip juga menjelaskan sebuah sejarah. Mengapa aperture dilambangkan dengan .f?? F adalah kepanjangan dari fenestre, fraction, dan focus. Pada mulanya, aperture dikenal dengan nama US 1, US 2, US 3, dan seterusnya. Namun oleh seorang yang bernama Ansel Adam, aperture diganti menjadi huruf f yang menurutnya f adalah sebuah huruf seni, seperti fotografi yang adalah seni. Oleh karena itu, sampai sekarang orang menyebut aperture dengan f/…

Mudah-mudahan posting ini berguna bagi anda, karena Exposure adalah hal yang penting dalam fotografi. Terima Kasih…

RNC

Rumus Fotografi

Rumus di bawah ini adalah rumus yang sangat dinanti-nantikan oleh fotografer. Perlu perjuangan berat untuk menciptakan rumus ini. Karena perkembangan zaman, rumus ini dibuat untuk memudahkan pemula zaman sekarang, supaya dapat belajar. Hingga pada suatu saat pemula tersebut dapat belajar sendiri tanpa melihat rumus. Kita belajar suatu mata pelajaran yg belum kita mengerti sama sekali perlu sebuah buku panduan bukan?? Tanpa buku panduan kita tidak dapat mengerti pelajaran tersebut. Begitu juga dengan fotografi. Rumus diberikan oleh sang profesional untuk kita pelajari dan dapat mengerti. Hal ini supaya kita bisa sama-sama belajar fotografi dengan nyaman. Apabila anda ingin membuat foto, anda hanya perlu melihat setting dari rumus ini. Rumus ini diberikan oleh Mr. Philip pada awal semester lalu.

Rumus tersebut bisa anda download dengan klik pada link di bawah ini :

Rumus Fotografi

Rumus tersebut bisa anda print dan anda terapkan dimanapun dan kapanpun anda akan mengambil gambar…

Atas perhatian anda, saya ucapkan terima kasih. Apabila rumus ini berguna bagi anda, silahkan comment pada post ini…

RNC