Archive for March, 2010

TOTAL

Auto Exposure Bracketing

Auto Exposure Bracketing atau biasa disingkat AEB adalah sebuah pilihan dimana pada saat digunakan, kamera akan secara otomatis mengambil gambar dengan tiga tingkat brightness yang berbeda. Contohnya adalah seperti gambar diatas. Cara memilih menu bracketing adalah (tombol di sebagian kamera, ada pertanyaan? silahkan comment di posting ini):

1. Tekan tombol Menu.

2. Lalu arahkan ke menu kedua dari kiri

3. Di baris pertama anda akan menemukan menu dengan tulisan AEB, lalu anda pilih.

4. Lalu geser ke kanan 2 kali atau sampai anda menemukan titik dibawah tulisan -1 dan +1.

5. OK!

Setelah menu AEB dipilih, mulailah set kamera anda seperti ini

1. Set kamera di Av

2. Set di bukaan terbesar.

3. Set drive mode : continious shooting

Setelah di set, mulailah berkreasi :

1. Arahkan kamera ke objek tujuan

2. Tekan dan tahan tombol shoot sampai gambar terambil sebanyak 3 kali.

3. Jika anda melakukan semua instruksi dengan benar, maka akan ada tiga gambar, dengan objek yang sama, dengan tingkat brightness yang berbeda.

Cobalah dan buktikanlah!

RNC Photograph

Management Photography

Management Photography. Guru saya Mr. Philip sering mengingatkan saya dan teman-teman saya soal management. Hal ini perlu sangat diperhatikan dalam bidang fotografi. Jika tidak diperhatikan dan ada yang salah, maka semuanya akan kacau balau. Mari kita pelajari management photography ini lebih detail. Management photography adalah beberapa tahap untuk membuat sebuah karya, dan dalam setiap tahapnya, kita harus sangat memperhatikan yang diperlukan lebih detail agar tidak kecewa dikemudian hari. Tahap-tahap tersebut yaitu :

1. Alat

Sebelum membuat sesuatu, tentu kita perlu alatnya terlebih dahulu, karena jika ada alatnya, baru ide dapat keluar dan hal lainnya bisa dilaksanakan. Alat-alat yang dimaksud adalah kamera, baterai, SD atau CF, lensa, tripod, blower, lenspen, dan lain-lain. Usahakan jika anda ingin memotret, anda jangan lupa untuk membawa alat-alat tersebut. Jika ada satu hal yang kecil saya terlupakan, maka semuanya akan kacau.

2. Ide

Setelah alat tersiapkan semuanya, pasti kita akan mendapatkan ide. Dimana kita akan pergi hunting, dan apa yang akan kita ambil di tempat tersebut. Sebaiknya anda mempersiapkan terlebih dahulu apa yang akan anda lakukan disana, jam berapa pergi, dan jam berapa pulang, kita harus memikirkannya lebih detil, kita juga harus mempersiapkan kemungkinan terburuk yang akan terjadi pada saat hunting. Pastikan alat-alat sudah anda bawa semua sebelum pergi ke tempat hunting.

3. Potret

Setelah tiba di tempat hunting, kini tiba saat yang ditunggu-tunggu. Kita berada di titik climax atas apa yang sudah kita persiapkan, yaitu dengan mempersiapkan alat-alat dan memikirkan konsep foto. Pada tahap ini, anda harus memotret gambar sebaik mungkin agar perjuangan anda tidak sia-sia. Jika anda melupakan sebuah bagian dari tahap satu dan dua, akan terjadi penyesalan besar pada tahap ini. Oleh karena itu, persiapkanlah matang-matang sebelum pergi ke tempat hunting. Gunakanlah konsep-konsep foto yang sudah anda pikirkan pada tahap kedua.

4. Porfolio

Inilah saat yang dunia nanti-nantikan, yaitu tahap Porfolio atau publikasikan. Anda bisa membuat website seperti ini, atau membuat portfolio berupa map berisi foto karya anda dalam ukuran 8R+. Penyesalan pada tahap ini akan terjadi jika anda melakukan kesalahan pada tahap ketiga. Setelah anda membuat portfolio, dunia akan tahu bahwa anda adalah seorang fotografer handal.

Bukan hal yang mudah untuk menjadi seorang fotografer, dan juga tidak terlalu sulit. Hanya satu cara yang harus diperhatikan, Perhatikan management photography. Jika anda tidak memperhatikan dan melewati sedikit saja, anda akan menyesal. Tetapi jika anda memperhatikan management photography dengan tanpa melewati satu bagian pun, maka anda bisa merasa puas setelah tahap-tahap selesai. Jika anda puas otomatis itu karena karya anda disukai oleh dunia, dan anda bisa menjadi seorang Professional Photographer.

Richard Nathaniel C

Sunny 16 Rule !!

Di dunia fotografi, Sunny 16 rule (kadang-kadang juga disebut sunny f/16 rule) atau aturan sunny 16 adalah salah satu cara untuk memperkirakan eksposure secara tepat tanpa menggunakan pengukur cahaya (light meter).

Aturan ini bisa dipakai apabila matahari bersinar cerah, dengan melakukan pengaturan berikut:

  • Pilih f/16 pada pengaturan rana
  • Pilih kecepatan rana yang nilainya berbanding terbalik dengan kecepatan film. Misalnya, pilih kecepatan 1/100 (atau 1/125) jika kita menggunakan film ASA / ISO 100.

Hari Kamis kemarin, Mr. Philip memberikan saya rumus ini untuk difotokopi dan dibagikan kepada teman-teman di kelas fotografi SDH Junior High School. Saya membuat entri ini supaya orang yang tidak berada di kelas fotografi bisa download gambar ini dan print sendiri. Mudah-mudahan berguna untuk anda. Perhatikan situasi pengambilan gambar, dan cocokan pada rumus diatas, dan atur kamera anda. Diafragma tidak harus 16.

Terima Kasih,

RNC Photograph

How to Play with Flashlight?


Untuk membuat gambar seperti gambar diatas, anda memerlukan beberapa alat :
-Kamera DSLR
-Tripod
-flashlight (senter kecil)
-assisten fotografer (bisa siapa saja)
-seorang fotografer (yaitu anda yang berkarya)

Set kamera anda seperti ini (untuk DSLR Canon)
-mode : TV
-shutter speed : 30″
-timer 10 detik

Waktu dan tempat :
-harus dilakukan malam hari
- Pada tempat yang lampu yang menerangi tempat tersebut dapat anda kuasai

Mari Berkarya :
1. setelah menyiapkan semuanya, letakkan tripod dengan kamera diatasnya sejauh 3 meter dari tempat anda akan berdiri.
2. Suruhlah assisten anda berdiri dekat saklar lampu
3. Setelah itu tekan tombol ambil gambar pada kamera
4. Perintahkan assisten anda untuk matikan lampu sehingga ruangan gelap total
5. Nyalakan senter dan pastikan anda telah berada pada posisi sebelum timer 10 detik habis
6. setelah pengambilan gambar berlangsung, berkreasilah pada udara selama 27 detik. Dengan cara coret2 atau membuat bintang(caranya tahan posisi senter 17 detik pertama, lalu buat bintang kecil lainnya masing2 4 detik dan beri jedah 1 detik untuk pindah)
7. Percayalah! Gerak-gerik anda tidak tertangkap kamera kecuali jika anda mengarahkan senter tersebut ke arah anda atau suatu benda maka objek tersebut akan tertangkap kamera.
8. 3 detik terakhir, suruhlah assisten anda menyalakan lampu pada detik ke 27 (jika anda hanya ingin mengambil gambar hasil coretan anda dengan senter, biarkan lampu mati)
9. Kamera mempunyai waktu 3 detik untuk menangkap gambar anda dan sekeliling anda
10. Lihatlah hasilnya !

Selamat mencoba,

Richard.N.C

Rule of Third

Untuk mempelajari istilah rule of third, mari kita ambil contoh gambar ini…

Suatu gambar dapat dibagi menjadi sembilan bagian seperti gambar diatas. Dari sana kita bisa menemukan rule of third. Gambar ini dibagi oleh 2 garis lurus vertikal dan 2 garis lurus horizontal. Garis lurus vertikal membagi gambar menjadi 3 bagian. Bagian kiri dan kanan disebut Rule Of Third, dan bagian tengah disebut Death Center.
Untuk menghasilkan sebuah gambar yang bagus, tempatkanlah sebuah object dalam Rule Of Third, atau di sisi kiri atau kanan gambar. Gambar yang seperti ini lebih enak dilihat daripada gambar yang menempatkan object di tengah (death center). Death center biasa digunakan untuk pas foto. Lihatlah gambar diatas! Bunga diletakkan dalam Rule of Third, sehingga gambar terlihat indah.
Selanjutnya yang akan dibahas adalah Golden Point. Setelah dibagi menjadi 9 bagian, gambar memiliki 4 titik dimana ada 2 garis yang bertemu. Titik-titik tersebut diberi nama Golden Point. Untuk membuat gambar yang bagus, anda harus menempatkan bagian penting atau fokus pada Golden Point. Hal ini membuat gambar menjadi lebih bagus. Lihatlah gambar diatas. Pada Golden Point ada mata dari lebah itu yang merupakan fokusnya. Membuat gambar tersebut lebih indah.
Sekarang kita mengerti trik-trik untuk membuat gambar bagus dan tidak terlihat kaku.

by : Richard.N.C

Mengambil gambar objek tembus pandang tanpa manipulasi gambar…

Untuk mengambil foto seperti pada gambar diatas, hanya memerlukan beberapa teknik fotografi yang dimiliki oleh kamera DSLR.

Alat-alat yang diperlukan :
-Object (bisa berupa barang atau binatang atau anda sendiri)
-Tripod (untuk membuat gambar tidak buram karena kamera bergeser)
-Kamera DSLR

Set kamera anda seperti ini (untuk DSLR merek Canon) :
-Mode : TV
-Set shutter speed menjadi 30 detik (30″)

Tempat berdirinya object :
-Usahakan anda memilih tempat yang memiliki kedalaman(Depth of Field)
-Buat object tersebut semisterius mungkin supaya lebih menarik

Cara membuat :
-Letakkan kamera yang sudah di set di atas tripod
-Jika anda bekerja sendiri, pasang timer terlebih dahulu
-Setelah itu mulailah mengambil gambar
-Dalam hati anda harus menghitung dari 1-20..
-Saat hitungan ke-20, anda harus menyingkirkan object dari hadapan kamera..
-Kamera mempunyai waktu 10 detik yang tersisa untuk menangkap gambar di belakang object..
-Lihatlah hasilnya…..

Selamat Mencoba…..

Logo

Welcome to RNC Photograph

Pada tanggal 16 Januari 2010, saya mendirikan sebuah nama yaitu RNC Photograph. Pada saat itu, website RNC Photograph masih dibawah pemerintahan www.blogspot.com. Saya merasa, RNC Photograph harus berdiri sendiri tanpa batas. Oleh karena itu pada hari ini tanggal 16 Maret 2010, www.rncphotograph.com ‘RESMI DIBUKA’…

Dalam beberapa hari ini, saya akan mulai mengosongkan http://rncphotograph.blogspot.com dan memindahkannya ke www.rncphotograph.com

Saya mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan anda dalam membangun RNC Photograph.

Selamat datang di www.rncphotograph.com

Terima kasih,

Richard Nathaniel C